SMA IT Al Burhany menyelenggarakan rangkaian perlombaan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional 2025. Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, mulai 22 hingga 25 November 2025, dan diikuti oleh seluruh siswa sebagai bentuk apresiasi kepada para guru. Beragam jenis lomba diselenggarakan, meliputi lomba menyanyi, cipta puisi, baca puisi, pembuatan souvenir, serta pembuatan karangan bunga.
Sejak hari pertama, para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti setiap cabang perlombaan. Kreativitas, sportivitas, dan semangat kebersamaan tampak mewarnai jalannya kegiatan. Panitia dari OSIS dan dewan guru turut mendukung penuh kelancaran seluruh rangkaian kompetisi tersebut.
Tanggal 25 November menjadi hari puncak peringatan Hari Guru Nasional di SMA IT Al Burhany. Pada hari tersebut, seluruh dewan guru, siswa, dan panitia berkumpul dalam satu rangkaian acara yang dirancang untuk memberikan penghormatan kepada para pendidik. Suasana meriah dan penuh kekeluargaan tampak jelas sepanjang kegiatan.
Kepala SMA IT Al Burhany, H. Nur Muh Faiz Amin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya momentum Hari Guru sebagai bahan renungan bagi seluruh warga sekolah. Ia menyampaikan bahwa seorang guru akan selalu merasa menjadi murid di hadapan guru-gurunya, sehingga menghormati guru merupakan nilai yang harus terus dijaga.
“Momentum hari guru ini dijadikan sebagai refleksi untuk kita semua,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau mengajak seluruh siswa untuk memaknai Hari Guru bukan hanya sebagai perayaan, tetapi juga sebagai momentum untuk menumbuhkan kembali rasa hormat, cinta, dan penghargaan kepada pendidik. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan siswa tidak terlepas dari perjuangan dan ketulusan guru dalam membimbing.
Ketua OSIS Putri SMA IT Al Burhany, Zakiya, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi nyata dari para siswa kepada dewan guru. Ia menegaskan bahwa perlombaan dan acara yang digelar bukan sekadar formalitas tahunan.
“Insyaallah, meskipun sederhana, kegiatan ini bermakna bagi guru-guru kami,” tuturnya.
Sementara itu, Ayi Saefullah Yusuf selaku perwakilan siswa juga menyampaikan rasa bahagianya. Ia menilai bahwa kegiatan Hari Guru di sekolahnya tidak hanya seru, tetapi juga membawa pesan mendalam bagi siswa.
“Betul kata Pak Kepala, ini momentum refleksi. Bukan hanya kegiatan yang mulai lalu selesai begitu saja, tetapi menjadi bahan evaluasi bagi kita semua,” ujarnya.
Ayi berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun karena memberikan pengalaman berkesan dan memperkuat hubungan antara siswa dan guru. Dengan demikian, Hari Guru Nasional tidak hanya dirayakan sebagai seremonial, tetapi menjadi sarana memperkuat nilai-nilai penghormatan dan kebersamaan di lingkungan sekolah.